Perjalanan Hidup Wakil Bupati Magetan, Mengalir Seperti Air Terjun Tirto Sari

BERITA MAGETAN. Nanik Endang Rusmiartini tidak pernah terbesit sedikitpun suatu ketika dia akan menjadi orang terpandang di kabupaten Magetan, Jawa Timur. Sebelum menjadi wakil bupati ibu 4 anak ini pernah menjadi ketua PKK se-kabupaten Magetan sekaligus mendampingi Suaminya Sumantri memimpin Kabupaten Magetan 2 periode.

Hidupnya mengalir seperti air terjun hingga meliwati kampung halamannya di desa Dunggowo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Selain menjabat sebagai wakil bupati Magetan, bunda Nanik juga merupakan ibu rumah tangga yang tidak pernah mengabaikan suaminya Sumantri yang saat ini sibuk ke sawah dan mengelola peternakan.

Ibu yang mempunyai murah senyum ini   mengaku bahwa menjadi pejabat publik bukanlah perkara gampang. Ia tetap senang melayani warga tiap Sabtu dan Minggu. Kesibukan yang ia jalani setidaknya hampir sama dengan aktivitas saat masih menjadi istri Bupati.

“Meski saya sebagai wakil bupati kalau soal suami tetap saya utamakan. Seperti biasa sebelum berangkat ke kantor setiap pagi selalu membuatkan sarapan dan keperluan lain untuk suami saya,”ujar Bunda Nanik.

Bunda Nanik yang pernah mendapatkan penghargaan sekaligus  sebagai juara pertama pelaksana terbaik pemanfaatan halaman pekarangan (Hatinya PKK) pada tahun 2012 lalu, dalam merawat dirinya tetap sehat  tidak menerapkan cara khusus, karena mengalir begitu saja.”Yang jelas kami lakukan istirahat yang cukup dan olah raga,”kata Bunda Nanik yang pernah membuat Magetan mendapat predikat sebagai daerah pelaksana PKK terbaik tingkat nasional tahun 2012 lalu.

“Kalau tidak ada kesibukan hingga memakan waktu sampai malam, saya dan suami setiap jelang sore usai bersih-bersih rumah selalu sholat Magrib dan Isya berjama’ah di mushola yang terletak di depan rumah,”ucapnya.

Dari ke-empat putranya tinggal satu yang belum bekerja dan berkeluarga. “Anak paling kecil  masih kuliah dan sedangkan kakak-kakaknya sudah bekerja dan berkeluarga. Ketiga kakaknya bekerja sebagai dokter,”jelas Bunda Nanik saat ditemui dirumahnya usai sholat Isya di Mushola depan.

“Dulu SMP dan SPG saya di Ponorogo. SPG itu kalau sekarang setara dengan SMA. Dulu itu namanya Sekolah Pendidikan Guru, sementara S1 dan S2 saya kuliah disalah satu universitas di Surabaya,”kata Bunda Nanik.

Sebagai wakil bupati tentunya bukan merupakan pekerjaan yang mudah, untuk menjaga stamina Bunda Nanik selalu menjaga pola makan.”Kalau soal makan seperti biasanya mengalir apa adanya , yang terpenting harus diperbanyak makan sayur dan buah-buahan dan istirahat cukup,”terang Bunda Nanik.

Meski sekarang menjabat wakil bupati Magetan dengan sebutan Bunda Nanik, akan tetapi masyarakat Magetan tetap memanggilnya bu Mantri. Ini terbukti ketika dia menghadiri acara kedinasan, suatu ketika sejumlah ibu-ibu PKK sempat memanggil bu Mantri.”Mungkin itu sudah terbiasa, karena 10 tahun ibu-ibu PKK selalu bersama dan jalan bareng saat melakukan program PKK,”ucap Bu Nanik.Cahyo. Suarakumandang.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *