Karena Menolak Vaksin, CJH Susulan Magetan ini Nyaris Gagal Berangkat

MAGETAN – Gara gara Muridun calon jemaah haji (CJH) asal warga Desa/Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Magetan menolak diberikan vaksin maningitis, kelompok terbang (Kloter) 9, susulan, hampir batal diberangkatkan menuju asrama haji Surabaya.

“CJH menolak di vaksin itu benar, tapi masalah itu kewenangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan. Tapi semua sudah beres dan siap diberangkatkan bersama kloter daerah lain,” kata Ita Mustahuljanah, staf Biro Urusan Haji dan Umroh Kemenag Magetan kepada Surya, Senin (8/7).

Menurut Ita, CJH bernama Muridun warga Desa/Kecamatan Sukomoro, Magetan itu setelah mendapat penjelasan dati Dinkes Provinsi Jatim, maksud pemberian vaksin maningitis kepada CJH, akhirnya bersedia diberikan vaksin itu.

“Hampir saja tertunda, lantaran Pak Muridun menolak vaksin. Pak Muridun mau di vaksin petugas kesehatan Asrama Haji, Embarkasi Surabaya,” ujar Ita kepada Tribunjatim.com.

Meski, CJK kloter 9 susulan akhirnya diberangkatkan dengan kloter daerah lain, namun keberangkatanya ini tertunda selama 12 hari, ini dikarenakan terkendala regulasi dari dinas terkait.

Seperti diketahui, Jumat (5/7) sekitar pukul 02.00 dini hari, sebanyak 445 CJH asal Magetan yang tergabung di kloter 9 diberangkatkan ke asrama haji Sukolilo Surabaya, sedang ke 14 CJH termasuk Muridun warga Desa/Kecamatan Sukomoro, Magetan merupakan CJH susulan.

“Ke 14 CJH ini nantinya akan bergabung dengan CJH kloter 9 dari Kabupaten Pamekasan, Bangkalan, Probolinggo dan Kota Surabaya,”kata Ita.

Selain ulah Muridun, pemberakatan CJH susulan berjumlah 14 CJH itu sempat di warnai tangis histeris dari bocah yang kedua orangtuanya menunaikan ibadah haji ke kota Mekah.

Yan, nama bocah yang histeris ditinggal kedua orangtuanya menunaikan rukun Islam kelima itu. Kini Yan oleh orangtua dititipkan Nenek dan Kakeknya di wilayah Kecamatan Barat.

Meski sempat histeris, namun begitu bus yang membawa kedua orangtuanya ke asrama haji Sukolilo, Surabaya, berangkat dari Kantor Bupati itu, Yan sudah berangsur angsur, segera melupakan kedua orangtuanya untuk menjalankan perintah Allah SWT. (Doni Prasetyo/Tribunjatim.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *