BIOPORI DI KECAMATAN SUKOMORO

BIOPORI DI KECAMATAN SUKOMORO

Biopori biasa juga disebut dengan lubang resapan yang dibuat tegak lurus ke dalam tanah. Lubang ini memiliki diameter antara 10-30 cm dan tidak memiliki muka air tanah dangkal.

Lubang tersebut kemudian diisi dengan sampah organik yang memiliki fungsi sebagai makanan makhluk hidup yang ada di tanah, seperti cacing dan akar tumbuhan.

Pembuatan biopori juga memiliki tujuan agar kita memperoleh manfaat.

Adapun manfaat pembuatan biopori di kecamatan sukomoro ini, menurut camat sukomoro Irianto ST.MM ada empat manfaat yang kita dapatkan.

1. MENGURANGI SAMPAH ORGANIK
Pembuatan lubang resapan biopori dapat mengurangi sampah organik dari rumah kita ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Karena, ketika kita membuat lubang, salah satu proses yang harus dilakukan adalah memasukkan sampah organik.

Selain mengurangi sampah organik yang akan dibuang ke TPA, pembuatan biopori juga akan membuat masyarakat biasa memilah antara sampah organik dan anorganik.

2. MENYUBURKAN TANAH
Ketika kita memasukkan sampah organik ke dalam lubang, akan terjadi proses biologis yang akan menjadikan sampah tersebut menjadi pupuk kompos. Dengan terbentuknya pupuk kompos di dalam lubang, tentu akan membuat tanah menjadi lebih subur.

3. MEMBANTU MENCEGAH TERJADINYA BANJIR
Saat ini, banjir sering terjadi entah itu di kota atau di kampung, dan salah satu penyebabnya adalah sistem drainase yang tidak baik. Biasanya di daerah padat penduduk drainasenya buruk karena kurangnya daya serap air oleh tanah.

Dengan membuat lubang resapan biopori, dapat membantu air untuk segera masuk ke dalam tanah. Selain itu, sampah organik yang ada di dalam lubang merupakan makanan dari cacing tanah.

Cacing yang masuk ke dalam lubang akan membuat terowongan-terowongan kecil di dalam tanah ketika menuju ke lubang yang berisi sampah organik. Hal ini tentu akan membuat air lebih cepat meresap ke dalam tanah.

4. MEMPENGARUHI JUMLAH AIR TANAH
Terowongan-terowongan kecil yang dibuat oleh cacing tanah akan meningkatkan luas permukaan tanah. Hal ini tentu akan membuat kapasitas tanah untuk menampung air menjadi meningkat. Bahkan, lubang resapan biopori ini mampu meningkatkan luas bidang resapan menjadi 40 kali lipat.

Adapum lokasi pembuatan biopori sebaiknya dilakukan pada area terbuka yang akan terkena air hujan.

Untuk itu kecamatan sukomoro sudah membuat di halaman kantor, sekitar pepohonan, sekitar tempat parkir, dan tempat terbuka lainnya.

Setelah kerja bhakti selesai dilanjutkan dengan ngopi bersama karyawan karyawati di kecamatan sukomoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *